Analisis Wacana Kritis Perubahan Kata Koruptor menjadi Maling pada Media Pikiran Rakyat Media Network : studi deskriptif Kualitatif Perubahan Kata Koruptor Menjadi Maling pada Pemberitaan Kasus Korupsi di Media online Pikiran Rakyat
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Febrian, E., Raturahmi, L., & Fanaqi, C. (2024). Analisis Wacana Kritis Perubahan Kata Koruptor menjadi Maling pada Media Pikiran Rakyat Media Network : studi deskriptif Kualitatif Perubahan Kata Koruptor Menjadi Maling pada Pemberitaan Kasus Korupsi di Media online Pikiran Rakyat [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cms8cv409023mknnm5jgig1i9/analisis-wacana-kritis-perubahan-kata-koruptor-menjadi-maling-pada-media-pikiran-rakyat-media-network-studi-deskriptif-k
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh langkah tegas media berita Pikiran Rakyat yang memelopori wacana perubahan kata “koruptor” menjadi “maling”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan level teks, kognisi sosial, serta konteks sosial di balik wacana perubahan diksi koruptor pada media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada paradigma kritis, dengan menggunakan pisau teori analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan empat orang yang terdiri dari managing editor dan jurnalis Pikiran Rakyat sebagai informan, beserta perwakilan wartawan senior dan mahasiswa sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, melalui elemen struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro, perubahan kata “koruptor” menjadi “maling” bertujuan untuk menciptakan narasi yang lebih kuat dan efektif dalam menggambarkan pelaku korupsi sebagai sosok yang hina dan tidak terhormat di masyarakat. Pada level kognisi sosial, wartawan merefleksikan komitmen dan pandangan negatif mereka terhadap para koruptor, yang didorong oleh pengalaman panjang di bidang jurnalistik, sehingga mereka turut andil merumuskan perubahan istilah tersebut. Pada level konteks sosial, analisis ini memperlihatkan besarnya pengaruh media dalam membentuk persepsi publik terhadap isu korupsi, sekaligus memberikan sindiran keras terhadap masih lemahnya praktik kekuasaan dan penegakan hukum dalam menangani kasus korupsi di Indonesia. Sebagai kesimpulan dan rekomendasi, penelitian ini menyoroti langkah Pikiran Rakyat yang mengajak media-media lain untuk turut memiliki sikap tegas terhadap kejahatan korupsi dengan mengubah penyebutan koruptor menggunakan diksi yang tidak pantas.
Keywords
Thesis Files
Some files are restricted. Contact library for access to restricted chapters.