Analisis Komunikasi Simbolik bagi Kaum Gay : Studi Deskriptif Kualitatif di Kab. Garut
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Imani, S. N., Kurniawan, A. W., & Hendrawan, H. (2024). Analisis Komunikasi Simbolik bagi Kaum Gay : Studi Deskriptif Kualitatif di Kab. Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cms8o5aci02g8knnmwkkth7lf/analisis-komunikasi-simbolik-bagi-kaum-gay-studi-deskriptif-kualitatif-di-kab-garut
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena eksistensi kelompok LGBT yang semakin menyita perhatian publik, khususnya di Kabupaten Garut. Isu ini mencuat seiring dengan adanya sorotan terkait kasus kekerasan pada pasangan sesama jenis, peningkatan visibilitas kelompok ini di media sosial dan lingkungan pendidikan, hingga keberanian mereka untuk tampil dan melakukan kampanye terbuka yang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Keberadaan kelompok ini dipengaruhi oleh faktor psikologis, lingkungan, pergaulan, dan pola asuh. Di tengah dinamika tersebut, upaya mereka dalam memperjuangkan hak identitas terus meningkat meskipun dihadapkan pada resistensi sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali makna simbolik di balik interaksi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berlandaskan paradigma konstruktivisme dengan alur berpikir induktif. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Interaksi Simbolik dari George Herbert Mead (1939) yang memfokuskan analisis pada dimensi pikiran (mind), konsep diri (self), dan masyarakat (society). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi, dengan melibatkan kaum gay sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian mengidentifikasi adanya penggunaan simbol-simbol khusus, seperti pelangi, kupu-kupu, dan lumba-lumba (dolphin) dalam komunikasi kelompok gay. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran penting gestur, gaya berpakaian, dan kontak fisik sebagai penanda identitas dan perilaku mereka. Ditemukan pula bahwa faktor lingkungan sosial dan tekanan ekonomi turut memengaruhi perkembangan individu yang berujung pada perubahan orientasi seksual. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menegaskan bahwa simbolisme memainkan peran yang esensial dalam interaksi komunitas gay, sekaligus memperlihatkan kompleksitas tantangan komunikasi yang harus mereka hadapi di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menerima kehadiran mereka.
Keywords
Thesis Files
Some files are restricted. Contact library for access to restricted chapters.