Strategi Komunikasi Humas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut dalam Digitalisasi Pemilu 2024 : Studi Deskriptif Strategi Komunikasi Humas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut dalam Digitalisasi Pemilu 2024
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Farida, H., Kurniawan, A. W., & Erfan, M. (2024). Strategi Komunikasi Humas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut dalam Digitalisasi Pemilu 2024 : Studi Deskriptif Strategi Komunikasi Humas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut dalam Digitalisasi Pemilu 2024 [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cms9uyq7u03kbknnm9ncgwlij/strategi-komunikasi-humas-komisi-pemilihan-umum-kabupaten-garut-dalam-digitalisasi-pemilu-2024-studi-deskriptif-strategi
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan digitalisasi yang dihadapi KPU Kabupaten Garut pada momentum Pemilu 2024, yang dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi penyelenggaraan pemilihan. Dalam dinamika tersebut, Hubungan Masyarakat (Humas) KPU memegang peran penting sebagai komunikator dan penghubung antara lembaga dengan masyarakat melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis implementasi strategi komunikasi tersebut guna mendukung peningkatan partisipasi pemilih serta membangun kepercayaan publik terhadap proses pemilu yang semakin terdigitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Landasan teori yang digunakan mengacu pada Teori Strategi Komunikasi dari Cutlip, Center, dan Broom (2006), yang mencakup empat tahapan strategis: identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan aksi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Humas KPU Garut berfokus pada penyebaran informasi yang transparan dan akurat, khususnya dalam menjangkau segmen pemilih generasi muda melalui optimalisasi media sosial seperti Instagram, TikTok, Twitter, YouTube, dan Facebook. Secara keseluruhan, strategi digitalisasi ini telah memberikan dampak yang positif. Meskipun demikian, temuan penelitian juga mengidentifikasi adanya urgensi untuk lebih memperhatikan tingkat aksesibilitas digital dan literasi masyarakat di daerah terpencil. Oleh karena itu, KPU perlu memaksimalkan potensi kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pelaksanaan pemilu yang lebih inklusif. Di samping inovasi digital tersebut, pendekatan interaksi dan komunikasi secara tatap muka dinilai masih menjadi cara yang dominan sekaligus esensial untuk menjangkau masyarakat, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbatasan infrastruktur akses internet.
Keywords
Thesis Files
Some files are restricted. Contact library for access to restricted chapters.