Strategi Komunikasi Promosi Kesehatan pada Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat : Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Promosi Kesehatan Masyarakat dalam Sosialisasi Pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Dinas Kesehatan Kab. Garut
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Hendrawan, M. A., Salamah, U., & Hermawandi, Y. (2024). Strategi Komunikasi Promosi Kesehatan pada Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat : Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Promosi Kesehatan Masyarakat dalam Sosialisasi Pentingnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Dinas Kesehatan Kab. Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmsa0h834001jh03hxeh0d1iq/strategi-komunikasi-promosi-kesehatan-pada-program-gerakan-masyarakat-hidup-sehat-studi-deskriptif-kualitatif-strategi-k
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) yang memicu lahirnya Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Tercatat sebanyak 41 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat PTM, dengan mayoritas kasus terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Merespons hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mengimplementasikan berbagai strategi komunikasi agar pesan promosi kesehatan ini dapat diterima dan diaplikasikan dengan mudah oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi promosi kesehatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berlandaskan pada paradigma konstruktivisme. Landasan teori yang digunakan mengacu pada model strategi komunikasi promosi kesehatan masyarakat dari Mubarak dan Chayatin, yang difokuskan pada tiga aspek utama: advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, studi pustaka, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan dua orang informan dan dua orang narasumber ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi komunikasi berjalan melalui ketiga aspek tersebut secara terstruktur. Pertama, pada aspek advokasi, terdapat dua pendekatan, yakni pendekatan formal yang berkaitan dengan pembuatan kebijakan oleh pemerintah, serta pendekatan informal yang berkaitan dengan kesepakatan bersama pihak nonpemerintah. Kedua, pada aspek dukungan sosial, langkah formal diwujudkan melalui kerja sama dengan lintas sektor dan instansi, sedangkan langkah informal diwujudkan melalui kerja sama langsung dengan masyarakat. Ketiga, pada aspek pemberdayaan masyarakat, strategi diimplementasikan melalui tiga langkah operasional utama, yaitu pelaksanaan penyuluhan, pengorganisasian, serta pengembangan kapasitas masyarakat.
Keywords
Thesis Files
Some files are restricted. Contact library for access to restricted chapters.