Representasi Seni Budaya Garut melalui Tayangan Ketangkasan Domba di Media Sosial Youtube : Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi Seni Budaya Garut melalui Tayangan Ketangkasan Domba di Media Sosial Youtube
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Anggara, R., Adnan, I. Z., & Hermawandi, Y. (2024). Representasi Seni Budaya Garut melalui Tayangan Ketangkasan Domba di Media Sosial Youtube : Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi Seni Budaya Garut melalui Tayangan Ketangkasan Domba di Media Sosial Youtube [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmsfg9vya05h4h03hjstaxcrw/representasi-seni-budaya-garut-melalui-tayangan-ketangkasan-domba-di-media-sosial-youtube-analisis-semiotika-roland-bart
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya seni ketangkasan domba Garut yang kini telah dikenal luas di berbagai kota di luar Garut. Meskipun demikian, eksistensi kesenian ini memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat luas, di mana sebagian pihak beranggapan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyiksaan hewan serta sarat akan praktik perjudian di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan makna denotasi, konotasi, dan mitos dari representasi seni budaya Garut melalui tayangan ketangkasan domba di media sosial YouTube. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berlandaskan pada paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yang melibatkan empat orang informan utama yang berkecimpung langsung di bidang seni ketangkasan domba Garut, serta tiga orang narasumber ahli dari kalangan akademisi dan praktisi. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi makna berdasarkan tiga tingkatan semiotika. Pertama, pada tataran makna denotasi, ditemukan tiga elemen utama yang merepresentasikan kebudayaan Sunda dalam kesenian ini, yakni pakaian yang dikenakan, alat musik yang digunakan, serta domba yang ditandingkan. Kedua, pada tataran makna konotasi, pesan yang tersirat maupun tersurat dari elemen-elemen tersebut secara langsung mengomunikasikan dan merepresentasikan identitas kebudayaan Sunda, khususnya kekhasan masyarakat Garut. Ketiga, pada tataran makna mitos, ditemukan adanya kepercayaan bahwa penggunaan alat musik tradisional Sunda mampu meningkatkan semangat juang domba maupun peserta saat bertanding; penggunaan baju pangsi yang disakralkan dan diwajibkan saat acara berlangsung; serta anggapan kuat bahwa semua domba asli Garut memiliki nilai ekonomi dan prestise yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis domba lainnya
Kata Kunci
File Skripsi
Beberapa file dibatasi. Hubungi perpustakaan untuk akses ke bab yang dibatasi.