Pola Komunikasi Simbolik Guru Dengan Murid Tunagrahita dalam Meningkatkan Kreativitas Seni Musik Angklung : studi Deskriptif Kualitatif tentang Pola Komunikasi Simbolik Guru Dengan Murid Tunagrahita dalam Meningkatkan Kreativitas Seni Musik Angklung di Sekolah Luar Biasa Bagian C Yayasan Karya Bhakti Kab. Garut
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Nabila, J., Mujianto, H., & Febrina, R. I. (2023). Pola Komunikasi Simbolik Guru Dengan Murid Tunagrahita dalam Meningkatkan Kreativitas Seni Musik Angklung : studi Deskriptif Kualitatif tentang Pola Komunikasi Simbolik Guru Dengan Murid Tunagrahita dalam Meningkatkan Kreativitas Seni Musik Angklung di Sekolah Luar Biasa Bagian C Yayasan Karya Bhakti Kab. Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmru30l4s094b10uzaj3odsg6/pola-komunikasi-simbolik-guru-dengan-murid-tunagrahita-dalam-meningkatkan-kreativitas-seni-musik-angklung-studi-deskript
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan kemampuan berpikir anak tunagrahita dalam kelompok ekstrakurikuler musik angklung, yang membuat guru mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswa. Oleh karena itu, guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bagian C Yayasan Karya Bhakti Kabupaten Garut menggunakan pendekatan komunikasi dan metode mengajar yang berbeda dibandingkan dengan guru pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi guru melalui penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal, serta mengetahui makna interpretasi simbol komunikasi dalam upaya meningkatkan kreativitas seni musik angklung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah SLB Bagian C Yayasan Karya Bhakti Kabupaten Garut, dengan penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 5 orang informan dan 2 orang narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi primer dan linear, di mana dalam praktiknya guru tidak hanya menggunakan komunikasi verbal, tetapi juga komunikasi nonverbal. Pola komunikasi linear berlangsung ketika guru memberikan instruksi langsung secara tatap muka beserta gerakan tangan yang berurutan untuk mengajarkan nada tertentu, sehingga anak tunagrahita dapat mengikuti instruksi sesuai alur musik dengan efektif. Interpretasi makna dari simbol yang ditemukan memiliki peran penting dalam proses perkembangan diri anak tunagrahita guna meningkatkan kreativitas mereka. Proses ini diterapkan sebagai wadah pengekspresian anak tunagrahita sekaligus sebagai bentuk pembentukan konsep diri
Keywords
Thesis Files
Some files are restricted. Contact library for access to restricted chapters.