Model Komunikasi Pengasuhan Berbasis Keluarga : Studi Deskriptif Kualiitatif Tentang Model Komunikasi Pengasuhan Berbasis Keluarga dalam Mengembangkan Kreativitas Bagi Anak Terlantar di Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak (RPSAA) Garut
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Rohaeti, C., Nurhadi, Z. F., & Mujianto, H. (2018). Model Komunikasi Pengasuhan Berbasis Keluarga : Studi Deskriptif Kualiitatif Tentang Model Komunikasi Pengasuhan Berbasis Keluarga dalam Mengembangkan Kreativitas Bagi Anak Terlantar di Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak (RPSAA) Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmkq8bfmp00x6141320f1flsm/model-komunikasi-pengasuhan-berbasis-keluarga-studi-deskriptif-kualiitatif-tentang-model-komunikasi-pengasuhan-berbasis-
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1) model pola pengasuhan berbasis keluarga yang dilakukan ibu asuh bagi anak terlantar yang telah dilaksanakan saat ini; (2) pengembangan model pola pengasuhan berbasis keluarga yang diharapkan sesuai kebutuhan dan tuntutan panti asuhan; (3) pelaksanaan model pola pengasuhan berbasis keluarga dalam meningkatkan kreativitas anak terlantar yang telah dikembangkan saat ini; (4) efektivitas model teoritik pola pengasuhan berbasis keluarga yang telah dikembangkan dan disempurnakan.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggambarkan tentang bagaimana pola asuh yang digunakan secara konseptual. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Adapun kriteria informan yaitu ibu pengasuh berumur 35 tahun sampai 50 tahun berasal dari Garut Kota dengan memperhatikan kemampuan dalam menjalankan tugasnya sebagai pembimbing sekaligus memberikan asuhan serta melindungi anak-anak asuh dan memiliki perhatian yang ulet dalam bidang masalah anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Perlindungan Sosial Asuhan Anak (RPSAA) Garut memiliki beberapa daya dukung dalam rangka pengembangan model, yaitu pengasuhan yang dilakukan merupakan pengasuhan berbasis keluarga, dengan harapan anak terlantar yang menjadi anak asuh di panti asuhan memiliki keinginan yang kuat untuk maju dan berkembang sesuai dengan minat, bakat, serta kemampuannya. Di samping itu, anak asuh diharapkan memiliki rasa tanggung jawab, percaya diri, dan mandiri. Dengan dilengkapi oleh berbagai fasilitas yang memadai, RPSAA Garut memiliki daya dukung yang kuat, yaitu memiliki ibu asuh yang betul-betul menyayangi dan mencurahkan kasih sayang kepada anak asuhnya dengan penuh kehangatan. Para ibu asuh berlatar belakang pendidikan minimal SMA, dan sebagian besar mereka tidak memiliki keluarga sehingga kasih sayang tercurah kepada anak-anak asuhnya.