Komunikasi dan Ekspresi Kaum Shemale Era Milenial Pada Media Sosial : Studi Deskriptif Kualitatif Konstruksi Realitas Sosial Komunikasi dan Ekspresi Kaum Shemale Era Milenial pada Media Sosial di Kabupaten Garut
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Putri, N. D., Kurniawan, A. W., & Raturahmi, L. (2019). Komunikasi dan Ekspresi Kaum Shemale Era Milenial Pada Media Sosial : Studi Deskriptif Kualitatif Konstruksi Realitas Sosial Komunikasi dan Ekspresi Kaum Shemale Era Milenial pada Media Sosial di Kabupaten Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmkw07gvx02931413jo355rou/komunikasi-dan-ekspresi-kaum-shemale-era-milenial-pada-media-sosial-studi-deskriptif-kualitatif-konstruksi-realitas-sosi
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena shemale atau yang sering kita sebut waria berprilaku dan menunjukkan eksistensinya melalui media sosial. Mereka menggunakan media sosial selayaknya wanita yang ingin mendapatkan perhatian dari khalayak. Waria cenderung memiliki sikap tertutup, namun melalui media sosial mereka bebas berkspresi agar keberadaaannya diakui oleh khayalak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif dan paradigma konstruktivisme. Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial yang terdiri dari eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti mengambil lima informan yakni kaum shemale yang aktif di media sosial dan menyadari peran, fungsi serta manfaat media sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan telah menyadari akan pentingnya menggunakan serta memanfaatkan media sosial. Mereka sudah mampu menyesuaikan diri untuk membangun dan menjalin interaksi dengan khalayak melalui media sosial. Kaum shemale cenderung memaknai dirinya sebagai wanita yang sempurna dan tidak ingin terkalahkan oleh wanita pada umumnya. Aktifitas media sosial yang sering dimanfaatkan oleh kaum shemale (informan) dalam meningkatkan eksistensinya yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Melalui media sosial mereka bisa dengan bebas berekspresi sesuai keinginannya, termasuk melakukan promosi dan aktualisasi diri. Hal ini mereka lakukan agar khalayak dapat mengakui keberadaannya dan bisa menghargai kehidupannya yang ingin disetarakan dengan orang lain.
Keywords
Thesis Files
Cover
194 KB • PDF
Abstrak
297 KB • PDF
Bab 1
349 KB • PDF
Bab 2
748 KB • PDF
Bab 3
349 KB • PDF
Bab 4
1.4 MB • PDF
Bab 5
321 KB • PDF
Daftar Pustaka
402 KB • PDF