Literasi Kesehatan Cegah Stunting : Studi Deskriptif Kualitatif tentang Komunikasi Kesehatan pada Kader Pemberdayaan Masyarakat oleh Program Inovasi Desa dalam Rembuk Stunting Kecamatan Bayongbong
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Lisnawati, D., Nurhadi, Z. F., & Adnan, I. Z. (2020). Literasi Kesehatan Cegah Stunting : Studi Deskriptif Kualitatif tentang Komunikasi Kesehatan pada Kader Pemberdayaan Masyarakat oleh Program Inovasi Desa dalam Rembuk Stunting Kecamatan Bayongbong [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmkysegvd02dn1413l7rgin5e/literasi-kesehatan-cegah-stunting-studi-deskriptif-kualitatif-tentang-komunikasi-kesehatan-pada-kader-pemberdayaan-masya
Abstrak
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teori komunikasi antarpribadi dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, studi pustaka, dan dokumentasi. Objek penelitian adalah literasi kesehatan kader pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Bayongbong. Jumlah informan sebanyak enam orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan kader pemberdayaan masyarakat telah berkembang dengan baik. Kader mampu memahami permasalahan kesehatan stunting yang ditunjukkan oleh beberapa faktor utama: (1) kader memiliki motivasi untuk terus belajar dan semakin aktif berpartisipasi dalam upaya meminimalisasi angka kejadian stunting di masyarakat; (2) proses komunikasi berjalan efektif, ditandai dengan adanya umpan balik antara kader dan pemerintah serta antara kader dan warga, sehingga tercapai kesepakatan makna terkait informasi kesehatan stunting; (3) keterbukaan komunikasi, di mana kader mampu membangun lingkungan sosial yang kondusif melalui komunikasi terbuka dengan warga sehingga berbagai permasalahan kesehatan di setiap desa dapat teridentifikasi; dan (4) hambatan komunikasi yang dihadapi kader meliputi hambatan dalam proses komunikasi serta perbedaan latar belakang budaya yang menimbulkan hambatan sosio-psiko-antropologis.