Komunikasi Antarbudaya Santri Thailand : Studi Kualittaif Komunikasi Antarbudaya Santri Thailand di Pondok Pesantren Zawiyah Darusuffi Kab. Garut
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Fitri, A. S., Marlina, N. C., & Nurhadi, Z. F. (2021). Komunikasi Antarbudaya Santri Thailand : Studi Kualittaif Komunikasi Antarbudaya Santri Thailand di Pondok Pesantren Zawiyah Darusuffi Kab. Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cml1oiliq036d1413rtyu1who/komunikasi-antarbudaya-santri-thailand-studi-kualittaif-komunikasi-antarbudaya-santri-thailand-di-pondok-pesantren-zawiy
Abstrak
Penelitian ini dilatabelakangi kurangnya komunikasi yang dilakukan santri Thailand dengan budaya setempat atau lingkungan sekitar pondok pesantren. Adapun terdapat tiga fokus penelitian yang dikaji dalam skripsi ini yaitu: proses adaptasi komunikasi santri Thailand di Pondok Pesantren Zawiyah Darusuffi Kab. Garut, bentuk interaksi yang digunakan dalam komunikasi santri Thailand di Pondok Pesantren Zawiyah Darusuffi Kab. Garut, dan hambatan komunikasi santri Thailand di Pondok Pesantren Zawiyah Darusuffi Kab. Garut.
Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif komunikasi antarbudaya, dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam secara langsung, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi pustaka berkaitan dengan konsep komunikasi antarbudaya, sedangkan informan penelitian ini berjumblah lima orang dan dua narasumber dengan menggunakan purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya santri Thailand dengan lingkungan sekitar lebih menggunakan percakapan dua arah yang diakibatkan oleh faktor pengalaman mengikuti pelatihan bahasa selama enam bulan ataupun diajarkan orang lain. Bentuk interaksi yang digunakan yaitu bentuk antarpribadi karena dianggap lebih efektif dan lebih nyaman, meskipun ada pula yang menggunakan bentuk interaksi kelompok karena dipengaruhi oleh faktor situasi lingkungan dan pengaruh kondisi sekitar. Sedangkan hambatan komunikasi yang dihadapi yaitu hambatan bahasa yang digunakan, hambatan penyampaian kalimat saat berkomunikasi, dan hambatan sosial budaya yang berbeda. Maka dari itu santri Thailand sudah ada kesadaran perbedaan budaya dan kebiasaan sehingga santri Thailand ada kemauan untuk memperbaiki kesulitan dan meminimalisir hambatan yang bisa dihadapi.