Penggunaan Aplikasi Berbasis Online sebagai Media Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemik Covid-19 : Studi Fenomenologi tentang Media Pembelajaran Berbasis Online di Masa Pandemik Covid-19 Pada Siswa dan Siswi SMA di Kabupaten Garut
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Kurniawan, M. R., Latifah, H., & Dewi, R. U. (2021). Penggunaan Aplikasi Berbasis Online sebagai Media Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemik Covid-19 : Studi Fenomenologi tentang Media Pembelajaran Berbasis Online di Masa Pandemik Covid-19 Pada Siswa dan Siswi SMA di Kabupaten Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cml7g0bop03hj1413vh0bc616/penggunaan-aplikasi-berbasis-online-sebagai-media-alternatif-pembelajaran-jarak-jauh-pada-masa-pandemik-covid-19-studi-f
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandemik Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat di Indonesia. Pemerintah dan Dinas Pendidikan mengeluarkan aturan bahwa sekolah tidak boleh mengadakan pembelajaran tatap muka sampai waktu yang belum ditentukan. Keadaan pandemik Covid-19 ini bermula pada tahun 2019, namun Indonesia baru terpapar virus Covid di awal tahun 2020. Virus Covid ini sangat marak dan terus meningkat di Indonesia. Banyak sektor yang terkena imbas dari Covid-19 ini, salah satunya yaitu pembelajaran yang menggunakan metode jarak jauh dengan mengandalkan aplikasi pembelajaran berbasis online. Tujuan skripsi ini untuk mengetahui (1) motif, (2) pengalaman, dan (3) makna dari pembelajaran berbasis aplikasi online di masa pandemik Covid-19. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi menurut Alfred Schutz dan Edmund Husserl.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara melalui WhatsApp call. Peneliti memilih sepuluh objek penelitian untuk dijadikan sumber data dari sejumlah wawancara yang dilakukan secara purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh dinilai kurang efektif untuk memahami bahasan materi yang disampaikan oleh guru, tetapi untuk menekan angka kasus Covid-19, pembelajaran jarak jauh membantu pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 di Indonesia.