Analisis Makna Kesepian pada Lirik Lagu Lebih Baik Kesepian Karya Simatakaca : Studi Deskriptif Kualitatif pada Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Kusumah, M. S., Adnan, I. Z., & Fanaqi, C. (2023). Analisis Makna Kesepian pada Lirik Lagu Lebih Baik Kesepian Karya Simatakaca : Studi Deskriptif Kualitatif pada Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmqsut8wv0fdb3e9qb0an4oh7/analisis-makna-kesepian-pada-lirik-lagu-lebih-baik-kesepian-karya-simatakaca-studi-deskriptif-kualitatif-pada-analisis-s
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pemaknaan ulang terhadap konsep kesepian dalam karya musik modern, khususnya yang tercermin pada lagu "Lebih Baik Kesepian" karya Simatakaca. Pada umumnya, kondisi kesepian selalu diidentikkan dengan stigma negatif berupa kesedihan, keterasingan, dan penderitaan emosional. Namun, lirik lagu "Lebih Baik Kesepian" justru mendobrak konstruksi tersebut dengan menggambarkan kesepian sebagai sebuah ruang personal yang menyenangkan, menenangkan, dan tidak perlu dikhawatirkan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengurai, dan membongkar makna kesepian yang terkandung di dalam struktur lirik lagu "Lebih Baik Kesepian" karya Simatakaca tersebut.
Riset ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan alur berpikir induktif untuk menganalisis fenomena wacana secara mendalam. Data penelitian disajikan dalam bentuk narasi tekstual yang komprehensif guna memperoleh pemahaman utuh mengenai konsep kesepian yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi teks, wawancara mendalam (in-depth interview), studi pustaka, serta dokumentasi. Objek utama dalam penelitian ini adalah lirik lagu "Lebih Baik Kesepian" karya Simatakaca. Analisis dilakukan menggunakan teori Semiotika structural dari Ferdinand de Saussure yang membedah tanda melalui beberapa dikotomi konseptual: penanda (signifier) dan petanda (signified), bahasa (langue) dan tuturan (parole), bentuk (form) dan isi (content), sinkronik (synchronic) dan diakronik (diachronic), serta relasi sintagmatik dan paradigmatik sebagai pembuktian hubungan antartanda.
Keywords
Thesis Files
Some files are restricted. Contact library for access to restricted chapters.