Skripsi Kualitatif

Makna Komunikasi Terapeutik Bagi Perawat pada Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa : Studi Deskriptif Kualitatif tentang Makna Komunikasi Terapeutik Bagi Perawat pada Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat

Cara Mengutip APA 7th

Gunakan format ini untuk referensi akademik

Aisyah, G. S., Salamah, U., & Dewi, R. U. (2023). Makna Komunikasi Terapeutik Bagi Perawat pada Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa : Studi Deskriptif Kualitatif tentang Makna Komunikasi Terapeutik Bagi Perawat pada Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmrmzz8di03qg10uzy91erzh1/makna-komunikasi-terapeutik-bagi-perawat-pada-pasien-orang-dengan-gangguan-jiwa-studi-deskriptif-kualitatif-tentang-makn

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa pascapandemi yang panjang mengakibatkan tekanan mental pada masyarakat, sehingga jumlah pasien orang dengan gangguan jiwa terus meningkat hingga saat ini. Selain itu, pemaknaan komunikasi terapeutik sebagai salah satu tahapan penyembuhan belum sepenuhnya dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengalaman perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik pada pasien orang dengan gangguan jiwa, serta untuk menemukan dan menganalisis makna komunikasi terapeutik bagi perawat pada pasien tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi studi pustaka, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah para perawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman, lama kerja, dan pelatihan yang dimiliki perawat memengaruhi pengetahuan, penguasaan, dan keterampilan dalam melakukan komunikasi terapeutik. Diketahui pula bahwa komunikasi terapeutik memiliki fase yang sistematis namun fleksibel dalam pelaksanaannya, serta membutuhkan pembawaan yang ramah saat pasien dalam kondisi tenang. Pengalaman positif maupun negatif perawat sangat bergantung pada sikap kooperatif pasien. Adapun makna yang terkandung dalam komunikasi terapeutik perawat yakni komunikasi yang bertujuan menyembuhkan pasien, yang didasari oleh keberhasilan dalam membangun hubungan kepercayaan sehingga kondisi pasien dapat diketahui untuk tindak lanjut proses pengobatannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jika komunikasi terapeutik perawat dimaknai pada setiap fasenya, hal tersebut akan mempermudah perawat dalam mencapai tujuan komunikasi, yakni kelancaran proses pengobatan sehingga kesembuhan pasien orang dengan gangguan jiwa lebih mudah dicapai.

Kata Kunci

File Skripsi

8 File Akses Campuran

Beberapa file dibatasi. Hubungi perpustakaan untuk akses ke bab yang dibatasi.

Cover

222 KB • PDF

✓ Publik Unduh

Abstrak

141 KB • PDF

✓ Publik Unduh

Bab 1

490 KB • PDF

✓ Publik Unduh

Bab 2

352 KB • PDF

✓ Publik Unduh

Bab 3

492 KB • PDF

✓ Publik Unduh

Bab 4

616 KB • PDF

🔒 Terbatas Minta Akses

Kontak: Perpustakaan • perpus@fkominfo.uniga.ac.id

Bab 5

99 KB • PDF

🔒 Terbatas Minta Akses

Kontak: Perpustakaan • perpus@fkominfo.uniga.ac.id

Daftar Pustaka

131 KB • PDF

✓ Publik Unduh