Persepsi Followers pada Gaya Komunikasi Nonverbal Nadhifa Alya Tsana : Studi Deskriptif Kualitatif dalam Konten Instagram @rintiksedu
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Nurfadilah, F., Suseno, N. S., & Husnusyifa, A. (2024). Persepsi Followers pada Gaya Komunikasi Nonverbal Nadhifa Alya Tsana : Studi Deskriptif Kualitatif dalam Konten Instagram @rintiksedu [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cms8dczql024pknnm91rs1i1f/persepsi-followers-pada-gaya-komunikasi-nonverbal-nadhifa-alya-tsana-studi-deskriptif-kualitatif-dalam-konten-instagram-
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial Instagram yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh para penulis dalam membangun citra diri (personal branding). Konten video bercerita (storytelling) yang diunggah kerap mendapatkan respons positif karena para pengikut (followers) merasa terhubung (relate) dengan pesan dan gaya komunikasi yang disampaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana followers menafsirkan dan merespons gaya komunikasi nonverbal Nadhifa Allya Tsana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada paradigma konstruktivisme. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Gaya Komunikasi dari J.A. Waters, yang mengacu pada tiga konsep utama, yakni gaya pasif (passive style), gaya agresif (aggressive style), dan gaya asertif (assertive style). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi, dengan melibatkan empat orang informan yang merupakan pengikut aktif akun Instagram @rintiksedu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, Nadhifa Allya Tsana menampilkan gaya komunikasi pasif (passive style) melalui penyampaian yang lemah lembut dan penuh empati. Hal tersebut mampu menarik perhatian dan membangun kedekatan emosional, sehingga followers merasa lebih terhubung dan nyaman. Kedua, Nadhifa menunjukkan gaya agresif (aggressive style) melalui penekanan nada suara yang tinggi, ekspresi emosi yang kuat, serta kontak mata yang tajam, yang secara signifikan memengaruhi persepsi followers. Ketiga, Nadhifa menerapkan gaya asertif (assertive style) dengan postur tubuh yang tegap dan pembawaan yang santai saat bercerita, sehingga menciptakan kesan yang kuat dan meyakinkan. Ditambah dengan rasa empati, penghargaan terhadap audiens, serta penggunaan gerakan tangan yang terarah untuk menekankan poin-poin penting, ia mampu membangun hubungan komunikasi yang erat dengan para followers-nya.
Kata Kunci
File Skripsi
Beberapa file dibatasi. Hubungi perpustakaan untuk akses ke bab yang dibatasi.