"Komunikasi yang Terputus: Kajian Dinamika Interpersonal Kelekatan Ayah-Anak dengan Latar Belakang Anak yang Mengalami Daddy Issues di Garut: (Kajian Kelekatan Komunikasi Interpersonal Anak yang Mengalami Daddy Issues Berdasarkan Kelekatan dengan Ayah di Garut)"
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Nofiantina, A., Salamah, U., & Latifah, H. (2025). "Komunikasi yang Terputus: Kajian Dinamika Interpersonal Kelekatan Ayah-Anak dengan Latar Belakang Anak yang Mengalami Daddy Issues di Garut: (Kajian Kelekatan Komunikasi Interpersonal Anak yang Mengalami Daddy Issues Berdasarkan Kelekatan dengan Ayah di Garut)" [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmspexa3x0i41h03h6hz665nj/komunikasi-yang-terputus-kajian-dinamika-interpersonal-kelekatan-ayah-anak-dengan-latar-belakang-anak-yang-mengalami-dad
Abstrak
Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya jarak emosional dan lemahnya komunikasi antara ayah dan anak di tengah perubahan sosial, yang diperkuat oleh tingginya angka perceraian di Kabupaten Garut. Data Pengadilan Agama Garut menunjukkan bahwa kasus perceraian pada periode 2023–2025 berada pada angka yang relatif tinggi, yang berpotensi berdampak pada kualitas relasi keluarga, khususnya hubungan ayah dan anak. Kondisi ini turut memunculkan fenomena daddy issues, yaitu dampak psikologis akibat kurangnya kehadiran fisik maupun emosional ayah dalam kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi interpersonal antara ayah dan anak yang mengalami daddy issues dengan menggunakan Teori Kelekatan John Bowlby sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang anak yang mengalami daddy issues. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tidak berstruktur dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kelekatan sangat memengaruhi kualitas komunikasi ayah–anak. Kelekatan tidak aman, khususnya tipe menghindar dan ambivalen, tampak dominan dan ditandai oleh penarikan diri emosional, komunikasi yang kaku, serta keterbatasan ekspresi perasaan. Perilaku kelekatan dalam interaksi komunikasi memperlihatkan kecenderungan anak menahan kebutuhan akan kedekatan dan membatasi komunikasi pada hal-hal formal akibat minimnya respons emosional ayah. Selain itu, daddy issues membentuk model kerja internal yang membuat anak memandang diri kurang layak mendapat dukungan dan ayah sebagai figur yang tidak dapat diandalkan, sehingga memengaruhi kemampuan anak membangun kepercayaan dalam hubungan sosial dan romantis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran ayah yang responsif dan konsisten dalam membentuk kelekatan yang sehat serta komunikasi interpersonal yang bermakna.
Kata Kunci
File Skripsi
Beberapa file dibatasi. Hubungi perpustakaan untuk akses ke bab yang dibatasi.