Komunikasi Antarpribadi Ustadz dan Santri Putera : Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Antarpribadi Ustadz dan Santri Puteradi Lingkungan Pondok Pesantren Hudan Al-Islamiy
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Aziz, A. A., Mujianto, H., & Raturahmi, L. (2018). Komunikasi Antarpribadi Ustadz dan Santri Putera : Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Antarpribadi Ustadz dan Santri Puteradi Lingkungan Pondok Pesantren Hudan Al-Islamiy [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmkou1dp600s3141387y7bn40/komunikasi-antarpribadi-ustadz-dan-santri-putera-studi-deskriptif-kualitatif-komunikasi-antarpribadi-ustadz-dan-santri-p
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebuah fenomena hubungan komunikasi diantara santri putera dan ustadz sebagai pengasuh dan pembimbingnya di dalam sebuah lingkungan pesantren dimana ustadz dan santri putera tersebut tinggal dan menetap. Merupakan sebuah fenomena yang unik dimana santri dan ustadz tinggal di sebuah tempat yang sama dan terdapat banyak pesan-pesan yang disampaikan oleh ustadz dan ustadzah kepada santri putera dan begitupun sebaliknya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan studi deskriptif kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi partisipan serta dokumentasi. Peneliti mengambil sepuluh orang informan dari pihak santri putera, lima orang informan dari pihak ustadz dan ustadzah yang diantaranya adalah tiga orang ustadz dan dua orang ustadzah, dan satu informan triangulasi untuk membandingkan dengan temuan di lapangan sebagai informan wawancara dalam penelitian ini.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi yang terjadi diantara ustadz kepada santri belum begitu baik jika ustadz belum mengenal karakter dari santri dan untuk menepis hal tersebut ustadz perlu melakukan pendekatan terlebih dahulu dan perlu adanya basa-basi terlebih dahulu. Dan untuk santri pada kondisi ini masih belum memiliki keinginan untuk berkomunikasi dengan baik dengan ustadz yang merupakan wali santri ketika berada di pesantren dan menjadi pengganti dari orang tua biologis santri yang berada jauh dirumah santri masing-masing. Akan tetapi hal tersebut bisa dihindari jika santri punya kemauan untuk berkomunikasi dengan baik dengan ustadz, dan ustadz perlu melakukan pendekata kepada santri agar komunikasi dapat berjalan dengan baik tanpa adanya hambatan.