Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban Adat Sunda : Studi Etnografi Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban Adat Sunda di Kabupaten Garut
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Aulia, M. R., Adnan, I. Z., & Hermawandi, Y. (2018). Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban Adat Sunda : Studi Etnografi Komunikasi Ritual Tradisi Tingkeban Adat Sunda di Kabupaten Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmkouuqmm00sz1413fko1j067/komunikasi-ritual-tradisi-tingkeban-adat-sunda-studi-etnografi-komunikasi-ritual-tradisi-tingkeban-adat-sunda-di-kabupat
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada aktivitas komunikasi dari tradisi Tingkeban adat Sunda, dan menghasilkan beberapa pertanyaan mengenai bagaimana situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, tindakan komunikatif, komponen komunikatif, dan makna komunikatif dalam tradisi Tingkeban adat Sunda di Kabupaten Garut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari empat orang, dua di antaranya yang sudah melakukan dan dua lainnya yang akan melakukan tradisi Tingkeban adat Sunda. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Tes uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa situasi komunikatif dalam tradisi Tingkeban terdiri dari situasi sakral, keakraban, kegembiraan, kondusif, dan kental dengan adat Sunda. Peristiwa komunikatif dalam tradisi Tingkeban terdiri dari syukuran pengajian dan siraman Tingkeban. Tindakan komunikatif dalam tradisi Tingkeban terdiri dari komunikasi verbal di antaranya perintah, pernyataan, ataupun permohonan, sedangkan komunikasi nonverbal terdapat pada bahan dan peralatan yang menjadi simbol-simbol dalam tradisi Tingkeban. Komponen komunikatif dalam tradisi Tingkeban terdiri dari genre atau tipe peristiwa, topik peristiwa, tujuan dan fungsi peristiwa, setting, partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma-norma interpretasi. Makna komunikatif tradisi Tingkeban terdiri dari komunikasi verbal berupa doa, pembacaan tujuh surat dalam Al-Qur’an di antaranya Surat Muhammad, Yasin, Yusuf, Maryam, Al-Waqiah, dan Ar-Rahman, pembacaan sholawat, sambutan, dan nasihat untuk ibu yang sedang mengandung, serta komunikasi nonverbal seperti air, kembang tujuh rupa, kain batik, belut, kelapa gading, dan rujak kanistren.