Makna Thrifting sebagai Identitas Gaya Hidup bagi Remaja : Studi Deskriptif Kualitatif Makna Thrifting sebagai Identitas Gaya Hidup bagi Kalangan Remaja di Garut
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Haq, I. L., Mujianto, H., & Dewi, R. U. (2023). Makna Thrifting sebagai Identitas Gaya Hidup bagi Remaja : Studi Deskriptif Kualitatif Makna Thrifting sebagai Identitas Gaya Hidup bagi Kalangan Remaja di Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmru1wdjx092k10uztcohn0r7/makna-thrifting-sebagai-identitas-gaya-hidup-bagi-remaja-studi-deskriptif-kualitatif-makna-thrifting-sebagai-identitas-g
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena thrifting di kalangan remaja Kabupaten Garut, yang dikaji menggunakan perspektif fenomenologi. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk menggali makna yang mendasari fenomena thrifting, motif yang melatarbelakangi kaum remaja dalam melakukan aktivitas tersebut, serta pengalaman yang mendasari tren thrifting saat ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjabarkan fenomena thrifting sebagai identitas gaya hidup bagi remaja di Garut yang dilihat dari aspek motif, makna, dan pengalaman. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi menurut Alfred Schutz dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang remaja dengan 2 orang narasumber. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif thrifting didorong oleh fenomena jual beli pakaian bekas yang menyebar cepat di kalangan remaja dengan bantuan media sosial, guna memenuhi kebutuhan atau kepuasan pribadi secara finansial. Makna thrifting berkembang menjadi sebuah fenomena yang menjanjikan, sebuah opsi dalam memenuhi gaya hidup, serta pembentuk identitas bagi penggunanya, khususnya para remaja. Pengalaman dalam tren thrifting ini telah menjadi kebiasaan di masyarakat terkait penggunaan pakaian bekas, di mana setiap individu memiliki pengalaman baik dan buruknya masing-masing. Selain itu, peneliti menemukan temuan baru bahwa individu yang terlibat dalam fenomena ini secara tidak langsung mengabaikan imbauan pemerintah atas dasar kesadaran sendiri tanpa paksaan dari pihak mana pun, meskipun hal ini tidak sepenuhnya dilarang. Namun demikian, thrifting kini menjadi fenomena besar yang ramai diperbincangkan oleh khalayak, khususnya kaum remaja, karena aktivitas ini dianggap sebagai bentuk pemanfaatan barang beka
Keywords
Thesis Files
Some files are restricted. Contact library for access to restricted chapters.