Etnografi Komunikasi Tradisi "Ngahaturan Tuang" di Masyarakat Kampung Dukuh : Studi Etnografi Komunikasi Tradisi "Ngahaturan Tuang" di Masyarakat Kampung Dukuh
Cara Mengutip
APA 7thHidayah, N., Nurhadi, Z. F., & Febrina, R. I. (2024). Etnografi Komunikasi Tradisi "Ngahaturan Tuang" di Masyarakat Kampung Dukuh : Studi Etnografi Komunikasi Tradisi "Ngahaturan Tuang" di Masyarakat Kampung Dukuh [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmse1ao2e0421h03h1g2at5q9/etnografi-komunikasi-tradisi-ngahaturan-tuang-di-masyarakat-kampung-dukuh-studi-etnografi-komunikasi-tradisi-ngahaturan-
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persepsi sebagian pihak yang kerap menganggap tradisi ngahaturan tuang di Kampung Dukuh sekadar kegiatan seremonial belaka, tanpa memahami esensi dan tujuan dari keseluruhan aktivitas di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindak komunikatif dalam pelaksanaan tradisi ngahaturan tuang pada masyarakat Kampung Dukuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi yang secara spesifik mengkaji peran bahasa dalam perilaku komunikatif suatu masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi, yang dilanjutkan dengan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yang melibatkan lima orang informan utama beserta tiga orang narasumber ahli yang terdiri atas budayawan Sunda, Adyatama Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, dan akademisi dari Universitas Brawijaya. Hasil penelitian memaparkan analisis terhadap tiga elemen komunikasi utama. Pertama, terdapat tiga situasi komunikatif dalam tradisi ngahaturan tuang, yakni tahapan persiapan, nyanggakeun, dan tawasul. Kedua, peristiwa komunikatif mencerminkan keseluruhan prosesi dari awal hingga akhir sebagai wujud konsistensi pelestarian budaya leluhur. Ketiga, tindak komunikatif terbagi menjadi manifestasi komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal tecermin melalui tuturan yang mengandung unsur permintaan dan perintah, sedangkan komunikasi nonverbal direpresentasikan melalui makna simbolik mendalam dari bahan-bahan yang digunakan selama pelaksanaan tradisi ngahaturan tuang.
File Skripsi
8 File-
Cover308 KB Unduh
-
Abstrak260 KB Unduh
-
Bab 1479 KB Unduh
-
Bab 2453 KB Unduh
-
Bab 3623 KB Unduh
-
Bab 4408 KB Minta Akses
-
Bab 5221 KB Minta Akses
-
Daftar Pustaka161 KB Unduh