Thesis Kualitatif

Wa EBAN (WARUNG EDUKASI BAHAYA NARKOTIKA SEBAGAI RUANG LITERASI PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN BAGI MASYARAKAT GARUT : (Studi Deskritif Kualitatif Mengenai Wa Eban (Warung Edukasi Bahaya narkotika) sebagai Ruang Literasi Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Bagi Masyarakat Garut)

How to Cite

APA 7th

Nugraha, A. I., Mujianto, H., & Hendrawan, H. (2025). Wa EBAN (WARUNG EDUKASI BAHAYA NARKOTIKA SEBAGAI RUANG LITERASI PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN BAGI MASYARAKAT GARUT : (Studi Deskritif Kualitatif Mengenai Wa Eban (Warung Edukasi Bahaya narkotika) sebagai Ruang Literasi Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Bagi Masyarakat Garut) [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmspfmmk40i5fh03hf356gmwe/wa-eban-warung-edukasi-bahaya-narkotika-sebagai-ruang-literasi-pencegahan-pemberantasan-penyalahgunaan-dan-peredaran-bag

Abstract

Tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Garut mendorong perlunya pendekatan edukatif yang lebih membumi dan mudah dijangkau masyarakat. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut merespons kebutuhan ini dengan menghadirkan WA EBAN (Warung Edukasi Bahaya Narkotika) sebagai ruang literasi berbasis komunitas yang mengedepankan pendekatan interaktif dan humanis. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi WA EBAN dalam mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), serta menelusuri pola komunikasi, keterlibatan masyarakat, dan tantangan pelaksanaannya. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola WA EBAN, petugas BNNK, serta masyarakat pengguna layanan. Selain itu, observasi langsung dilakukan di lokasi untuk mengamati interaksi dan dinamika kegiatan literasi. Dokumentasi berupa materi edukasi dan laporan kegiatan turut dianalisis untuk memperkuat temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WA EBAN mampu menjadi ruang edukatif yang efektif dan inklusif. Pendekatan komunikatif seperti diskusi santai, media visual, serta akses digital melalui barcode berhasil menarik minat, khususnya kalangan muda. Meski begitu, masih ditemukan kendala seperti terbatasnya promosi, stigma terhadap BNN, serta kurangnya variasi konten literasi. Masyarakat menunjukkan partisipasi yang aktif, namun persebaran informasi belum merata. Kesimpulannya, WA EBAN berperan strategis dalam memperkuat literasi narkotika di Garut. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak diperlukan agar program ini dapat menjangkau lebih luas dan berdaya guna secara berkelanjutan.

Thesis Files

8 Files