Komunikasi Interpersonal Terapis pada Anak Autis di Puspppa Nadine Garut : Studi Deskriptif Kualittaif tentang Komunikasi Interpersonal Terapis pada Anak Autis di Puspppa Nadine Garut
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Agustin, S. D., Salamah, U., & Latifah, H. (2021). Komunikasi Interpersonal Terapis pada Anak Autis di Puspppa Nadine Garut : Studi Deskriptif Kualittaif tentang Komunikasi Interpersonal Terapis pada Anak Autis di Puspppa Nadine Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cml5yiqtj03d41413ti88fqtm/komunikasi-interpersonal-terapis-pada-anak-autis-di-puspppa-nadine-garut-studi-deskriptif-kualittaif-tentang-komunikasi-
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya gangguan perkembangan yang terjadi pada anak autisme di PUSPPA Nadine Garut. Beberapa dari mereka tidak dapat berkomunikasi secara efektif dikarenakan gangguan yang mereka miliki dalam hal perilaku, interaksi sosial, komunikasi, dan bahasa. Maka dari itu, diperlukan penanganan yang tepat dari orang yang memiliki keahlian dan sudah berpengalaman dalam menangani anak autis yaitu terapis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai komunikasi interpersonal yang dilakukan terapis dalam menangani anak autis di PUSPPA Nadine Garut yang difokuskan pada aspek keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara mendalam (indepth interview) secara langsung dan juga melalui media sosial WhatsApp, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih lima orang terapis di PUSPPA Nadine Garut serta anak autis yang ditanganinya dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek keterbukaan lebih banyak dilakukan dan diawali oleh terapis namun tetap mementingkan kenyamanan dari anak autis. Empati ditunjukkan terapis dengan mencoba memahami dan memberi kesempatan anak autis yang ditanganinya untuk mengungkapkan keinginannya sambil dibantu. Dukungan yang diberikan terapis berupa reward dan punishment. Sikap positif yang dilakukan terapis seperti memberikan perhatian, pengulangan instruksi atau penjelasan yang disertai pemberian contoh. Kesetaraan ditunjukkan dengan tidak menganggap bahwa anak yang ditanganinya sebagai anak yang berkekurangan serta memposisikan diri sebagai teman atau keluarga dari anak autis yang ditanganinya.