Analisis Makna Perbedaan pada Film Elemental (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) : Studi Deskriptif Kualitatif pada Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Herliansyah, S. A., Mujianto, H., & Hudaya, D. (2024). Analisis Makna Perbedaan pada Film Elemental (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) : Studi Deskriptif Kualitatif pada Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cms8nyf4102fhknnms89vzsa8/analisis-makna-perbedaan-pada-film-elemental-analisis-semiotika-charles-sanders-peirce-studi-deskriptif-kualitatif-pada-
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena diskriminasi sosial di tengah masyarakat yang dipicu oleh adanya perbedaan. Diskriminasi kerap muncul karena kurangnya upaya untuk saling mengenal, sehingga masyarakat lebih cenderung melihat kekurangan dan mengabaikan potensi atau kelebihan yang ada pada diri kelompok lain. Sikap membeda-bedakan ini perlu ditanggapi secara serius agar tidak terus melanggengkan ketimpangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis makna perbedaan dalam film tersebut dengan membedahnya melalui elemen sign (tanda), object (objek), dan interpretant (interpretan). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada paradigma kritis. Paradigma ini menekankan pada kritik terhadap struktur sosial, relasi kekuasaan, dan ideologi yang menghasilkan ketidakadilan di masyarakat. Landasan teori yang digunakan adalah analisis semiotika model Charles Sanders Peirce. Objek penelitian ini adalah film Elemental yang berdurasi 109 menit, dengan memfokuskan analisis pada sebelas adegan (scene) utama sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna yang mendalam di balik sebuah perbedaan. Sebagaimana yang direpresentasikan dalam film, elemen api yang merepresentasikan karakter pemarah dan elemen air yang merepresentasikan karakter tenang pada akhirnya mampu saling melengkapi. Harmonisasi tersebut dapat terwujud ketika kedua elemen tersebut mulai membuka diri untuk saling mengenal dan memahami kekuatan masing-masing. Proses interaksi tersebut pada akhirnya menumbuhkan rasa saling mengagumi serta sikap untuk lebih menghargai eksistensi satu sama lain di tengah perbedaan kodrati yang mereka miliki.
Kata Kunci
File Skripsi
Beberapa file dibatasi. Hubungi perpustakaan untuk akses ke bab yang dibatasi.