Aktivitas Komunikasi dalam Ziarah Kubur: Studi Etnografi Aktivitas Komunikasi dalam tradisi Ziarah Kubur Makam Eyang Dalem Arif Muhammad di Kampung Pulo, Leles, Garut
COMMUNICATION ACTIVITY IN GRAVE PILGRIMAGE TRADITION (Ethnographic Study of Communication Activities in the Tradition of Pilgrimage to the Grave of Eyang Dalem Arif Muhammad in Kampung Pulo, Leles, Garut)
Cara Mengutip APA 7th
Gunakan format ini untuk referensi akademik
Septian, H., Salamah, U., & Nurhadi, Z. F. (2018). Aktivitas Komunikasi dalam Ziarah Kubur: Studi Etnografi Aktivitas Komunikasi dalam tradisi Ziarah Kubur Makam Eyang Dalem Arif Muhammad di Kampung Pulo, Leles, Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cmkneo0hl00oq1413vhsiyw01/aktivitas-komunikasi-dalam-ziarah-kubur-studi-etnografi-aktivitas-komunikasi-dalam-tradisi-ziarah-kubur-makam-eyang-dale
Abstrak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi komunikatif dalam tradisi ziarah kubur ini yang tergambarkan dari keseluruhan pelaksanaan ziarah ini adalah suasana sakral, khidmat, khusu, dan kental dengan tradisi sunda karena secara umum sambutan dari pemimpin ziarah dilakukan menggunakan bahasa sunda, kemudian peristiwa komunikatif disini informan menjadi termotivasi untuk hidup lebih baik lagi setelah melaksanakan ziarah kubur dengan membacakan doa-doa kemudian dalam hal ini tradisi ini sudah menjadi hal yang umum karena sudah menjadi tradisi yang turun-temurun, karena tujuan dari ziarah kubur disini untuk meminta ijin atau restu kepada Arif Muhammad. Kemudian yang terakhir tindak komunikatif tradisi ziarah kubur ini terdiri dari bentuk komunikasi verbal dan nonverbal. Bentuk komunikasi verbal dapat berupa perintah, pernyataan ataupun permohonan. Sedangkan bentuk komunikasi nonverbal disini terdapat dalam peralatan yang menjadi simbol-simbol dalam ziarah kubur ini dan bentuk tegur sapa dalam bentuk senyuman dan mencakupkan tangan didepan dada yang bertujuan untuk menujukan rasa hormat rasa hormat terhadap sesama.
The results of the study show that the communicative situation in the grave pilgrimage tradition which is reflected in the overall implementation of the pilgrimage is a sacred, solemn, special, and thick atmosphere with the Sundanese tradition because in general the remarks from the pilgrim leader are carried out using Sundanese, then communicative events here the informants became motivated to live better after carrying out the grave pilgrimage by reciting prayers then in this case this tradition has become a common thing because it has become a tradition passed down through generations, because the purpose of the pilgrimage is to ask permission or blessing to Arif Muhammad. Then the last act of communicative grave pilgrimage tradition consists of forms of verbal and nonverbal communication. The form of verbal communication can be in the form of commands, statements or requests. While the form of nonverbal communication here is in the equipment that becomes the symbols in this grave pilgrimage and the form of greeting in the form of a smile and includes hands in front of the chest which aims to show respect for respect for others.