Komuniksi Interpersonal Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dalam Sosialisasi Penanggulangan Stunting : studi Deskriptif Kualitatif Komuniksi Interpersonal Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menurut Joseph A Devito dalam Sosialisasi Penanggulangan Stunting
Cara Mengutip
APA 7thArsyad, F. M., Salamah, U., & Adnan, I. Z. (2024). Komuniksi Interpersonal Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dalam Sosialisasi Penanggulangan Stunting : studi Deskriptif Kualitatif Komuniksi Interpersonal Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menurut Joseph A Devito dalam Sosialisasi Penanggulangan Stunting [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cms9tgure03hlknnmhvajecd2/komuniksi-interpersonal-dinas-kesehatan-kabupaten-garut-dalam-sosialisasi-penanggulangan-stunting-studi-deskriptif-kuali
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk memahami lebih dalam mengenai dinamika komunikasi interpersonal yang terjalin antara petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dengan para orang tua balita penderita stunting. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji faktor-faktor komunikasi yang mampu mendorong penerimaan orang tua terhadap materi sosialisasi penanggulangan stunting yang disampaikan oleh para petugas di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan strategi komunikasi interpersonal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi, sementara tahapan analisis datanya mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan mengacu pada efektivitas komunikasi interpersonal menurut Joseph A. DeVito, yang berfokus pada lima dimensi utama, yakni keterbukaan (openness), sikap positif (positiveness), sikap mendukung (supportiveness), empati (empathy), dan kesetaraan (equality). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang baik dalam konteks komunikasi interpersonal antara Dinas Kesehatan dan masyarakat dapat terjalin dengan optimal melalui pengaplikasian kelima dimensi tersebut. Dalam praktiknya, para petugas juga mengedepankan keterampilan mendengarkan, penggunaan bahasa tubuh yang positif, penyesuaian pemahaman bahasa, kesabaran, kesadaran budaya, serta komunikasi yang berkesinambungan. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, Dinas Kesehatan beserta petugas medis mampu membangun hubungan yang kuat, saling percaya, dan efektif, yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap tingkat keberhasilan program sosialisasi penanggulangan stunting.
File Skripsi
8 File-
Cover84 KB Unduh
-
Abstrak133 KB Unduh
-
Bab 1377 KB Unduh
-
Bab 2337 KB Unduh
-
Bab 3351 KB Unduh
-
Bab 4334 KB Minta Akses
-
Bab 5141 KB Minta Akses
-
Daftar Pustaka142 KB Unduh