Interaksi Sosial antara Pedagang Kaki Lima Pribumi dan Pendatang di Kabupaten Garut : Studi Deskriptif Kualitatif tentang Interaksi Sosial antara Pedagang Kaki Lima Pribumi dan Pendatang di Kawasan Pasar Ceplak Kabupaten Garut
How to Cite APA 7th
Use this format for academic references
Burhanudin, Marlina, N. C., & Kurniawan, A. W. (2021). Interaksi Sosial antara Pedagang Kaki Lima Pribumi dan Pendatang di Kabupaten Garut : Studi Deskriptif Kualitatif tentang Interaksi Sosial antara Pedagang Kaki Lima Pribumi dan Pendatang di Kawasan Pasar Ceplak Kabupaten Garut [Undergraduate thesis, Universitas Garut]. https://lib.fkominfo.uniga.ac.id/thesis/cml1npqn4035d1413rb7rdbgd/interaksi-sosial-antara-pedagang-kaki-lima-pribumi-dan-pendatang-di-kabupaten-garut-studi-deskriptif-kualitatif-tentang-
Abstract
Salah satu interaksi sosial dapat terjalin dengan baik jika dalam suatu hubungan terdapat dua individu atau lebih, dimana perilaku individu yang satu memengaruhi, mengubah atau memperbaiki perilaku individu yang lain atau sebaliknya sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik diantara para pelaku interaksi sosial. Interaksi sosial yang terjadi pada pedagang kaki lima adalah adanya rasa kebersamaan. Teori yang digunakan yaitu teori Interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Kualitatif. Paradigma yang digunakan didalam penelitian ini yaitu paradigma alamiah/fenomenologis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui obsevasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Jumlah informan sebanyak lima orang yaitu para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Ceplak. Dengan triangulasi sumber data sebanyak dua orang, yang pertama dari pakar sosiolog, yang kedua dari pengelola Pasar Ceplak sebagai ketua.
Hasil penelitian ini terkait interaksi sosial antar pedagang kaki lima. Proses asosiatif yaitu meliputi kerjasama yang diciptakan oleh para pedagang dengan pihak pengelola seperti taat membayar iuran setiap harinya. Proses diasosiatif yaitu meliputi persaingan dan konflik yang sering terjadi di Pasar Ceplak. Dengan demikian interaksi yang terjadi antara pedagang pribumi dan pendatang berjalan dengan baik dan interaksi yang terjadi kurang baik tergantung dari situasi di Pasar Ceplak itu sendiri. Bentuk konflik yang terjadi dalam komunikasi dengan sesama pedagang saling berkaitan satu sama lain. dengan demikian hal tersebut tidak ada titik temu yang dapat dikelola oleh para pedagang sehingga konflik itu terus terjadi karena sudah menjadi suatu budaya yang berkelanjutan tanpa ada batasnya. Setiap manusia pada umumnya memiliki watak yang tidak dapat diubah dan itu disebut sebagai karakter diri maka dari itu solusi yang dicari oleh para pedagang hanya berdasarkan pengalaman yang sudah mereka alami dengan intensitas yang sering terjadi.
Keywords
Thesis Files
Cover
107 KB • PDF
Abstrak
87 KB • PDF
Bab 1
291 KB • PDF
Bab 2
334 KB • PDF
Bab 3
247 KB • PDF
Bab 4
297 KB • PDF
Bab 5
162 KB • PDF
Daftar Pustaka
86 KB • PDF